30
Agu
11

Asosiasi Antar Serangga

Jumar (2000) menyatakan bahwa serangga dapat berperan sebagai predator dan parasitoid. Predator merupakan binatang atau serangga yang memakan binatang atau serangga lain. Istilah predation adalah suatu bentuk simbiosis (hubungan) dari individu, dimana salah satu individu menyerang atau memakan individu lain (bisa satu atau beberapa spesies) yang digunakan untuk kepentingan hidupnya dan biasanya dilakukan berulang-ulang. Individu yang diserang atau dimakan dinamakan mangsa. Predator memiliki ciri antara lain: ukuran tubuhnya lebih besar dari mangsa, ada yang bersifat monofag, oligofag, dan polifag, predator membunuh, memakan atau menghisap mangsanya dengan cepat, dan biasanya predator memerlukan dan memakan banyak mangsa selama hidupnya. Sedangkan menurut Untung (1996) Predator merupakan organisme yang hidup bebas dengan memakan, membunuh atau memangsa binatang lainnya dengan ciri-ciri antara lain mempunyai banyak jenis mangsa atau polifag namun ada juga yang bersifat monofag dan oligofag, ukuran tubuh lebih besar dari mangsa, daya cari mangsa yang tinggi dan memiliki kelebihan sifat fisik yang memungkinkan predator mampu membunuh mangsanya.

Menurut Jumar (2000), parasitoid merupakan serangga yang hidup menumpang, berlindung, atau makan dari serangga lain yang dinamakan inang dan dapat mematikan inangnya secara perlahan-lahan sedangkan menurut Untung (1996), parasitoid adalah binatang yang hidup di atas atau di dalam tubuh binatang inang lain yang lebih besar yang merupakan inangnya. Parasitoid biasanya berukuran kecil daripada inangnya. Satu individu parasitoid hanya memerlukan satu individu inang untuk berkembang secara normal sampai dewasa. Parasitoid biasanya hanya memerlukan inangnya pada stadia pradewasa, sedangkan pada saat dewasa hidup bebas. Parasitoid dapat menyerang dan berkembang dalam satu atau beberapa fase hidup inang. Misalnya: parasitoid telur, parasitoid larva, parasitoid telur- larva, parasitoid larva-pupa, parasitoid pupa dan lain-lain (Jumar, 2000).

Kompetisi antar serangga terjadi  karena adanya keinginan untuk mempertahankan kelangsungan hidup sebagai akibat kepadatan populasi yang sedemikian rupa naiknya, sehingga kebutuhan akan bahan makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup lainnya dari  populasi tersebut menjadi di luar kemampuan alam lingkungan untuk menyediakan atau menyokongnya. Kompetisi ini akhirnya dapat mendorong terjadinya  perpindahan atau matinya sekelompok serangga (Jumar, 2000). Dalam kaitannya dengan kompetisi, Jumar (2000) menambahkan bahwa kompetisi dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu kompetisi intraspesifik dan kompetisi interspesifik. Kompetisi intraspesifik adalah persaingan yang terjadi antar individu-individu dalam satu spesies populasi. Kompetisi inter spesifik adalah persaingan yang terjadi antara dua spesies populasi atau lebih. Kompetisi terjadi akibat setiap spesies memerlukan makan, tempat hidup, cahaya, dan kebutuhan hidup lainnya yang sama.


0 Responses to “Asosiasi Antar Serangga”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: